KORBAN TEWAS BANJIR BRASIL TEMBUS 470 ORANG

Presiden Brasil, Dilma Rousseff, terhenyak saat meninjau wilayah banjir di negara bagian Rio de Janeiro. Dia mengatakan bencana ini jangan hanya dilihat sebagai kehendak Tuhan, namun juga akibat ulah pembangun rumah-rumah ilegal di lereng gunung. “Pemandangannya sangat menyentak,” tutur Rousseff saat meninjau wilayah banjir dari helikopter, Kamis 13 Januari 2011 waktu setempat, yang dikutip stasiun televisi BBC. Jalur darat sulit disusuri karena masih banyak ruas jalan yang tertimbun longsoran tanah dan bebatuan.

Presiden yang baru dilantik awal tahun ini marah atas pembangunan ilegal di lereng pegunungan Serrana, wilayah yang paling parah dilanda banjir, yang diikuti oleh bencana tanah longsor.
“Kita melihat sejumlah wilayah pegunungan yang tidak tersentuh manusia turut hancur. Namun, kita juga melihat sejumlah kawasan yang menjadi lokasi pemukiman liar sehingga menimbulkan kerugian bagi kesehatan dan nyawa manusia,” lanjut Rousseff.

Dia mengritik tata kelola perumahan setempat dan harus ada larangan tegas atas pembangunan ilegal di lereng gunung. “Saat kebijakan perumahan tidak diberlakukan, di mana lagi orang akan tinggal? Dia akan tinggal di tempat terlarang,” kata Rousseff.

Tim penyelamat Brazil terus bersusah-payah menemukan para warga yang masih tertimbun reruntuhan dan lumpur akibat bencana banjir, Rabu 12 Januari waktu setempat. Jumlah korban pun terus bertambah.

Hingga Jumat kemarin, korban tewas akibat banjir di kawasan perbukitan Rio de Janeiro sudah mencapai 470 orang. Informasi tersebut disampaikan pemerintah Brasil.
Kepolisian menyatakan korban tewas nampaknya masih akan bertambah karena masih banyak korban yang belum ditemukan atau belum teridentifikasi.

Sumber: http://metronews.fajar.co.id

Tentara Brasil bantu daerah bencana

Tentara Brasil tiba di Teresopolis, salah satu kota di Negara Bagian Rio de Janeiro yang paling parah terimbas banjir dan longsor untuk membantu upaya penyelamatan dan pencarian korban.

Komandan tentara Brasil di Teresopolis Mayor Alexandre Aragon mengatakan pasukannya memiliki tiga tugas yaitu membantu upaya penyelamatan, membantu mengidentifikasi jenazah dan menjaga kemungkinan penjarahan.

Selain itu, tentara juga akan memberishkan sejumlah ruas jalan yang putus akibat longsor yang menghambat kerja tim penyelamat.

Pemerintah Brasil juga mengirim 100 personil tentara ke lembah Cuiaba yang terisolir sejak hujan terderas selama 44 tahun terakhir turun di kawasan perbukitan dekat Rio de Janeiro itu.

Sementara itu di kota Nova Friburgo, pemerintah setempat terpaksa membakar jenazah-jenazah yang tidak teridentifikasi karena minimnya lahan pemakaman.

Hujan deras yang masih turun di kota itu Sabtu (15/1) waktu setempat menghalangi upaya penyelamatan yang dilakukan.

Bahaya belum berakhir

Ribuan orang masih mengungsi akibat banjir dan longsor di Brasil.

Sejumlah kawasan di sekitar Nova Friburgo masih gelap gulita karena aliran listrik belum kembali normal. Pemerintah setempat bahkan meminta bantuan berupa lilin agar warga tidak hidup dalam kegelapan total.

Meski kondisi warga di kawsan itu sudah sangat memprihatinkan namun prakiraan cuaca menyebut hujan masih akan turun sepanjang pekan depan.

Wartawan BBC Paulo Cabral di kawasan bencana melaporkan tanah di lereng perbukitan sanngat basah dan tidak stabil. Sehingga hujan sedikit saja bisa mengakibatkan bencana baru.

Pemerintah Brasil menyatakan korban tewas bencana banjir dan tanah longsor ini sudah mencapai 600 orang.

Tim penyelamat khawatir jumlah korban tewas masih akan terus bertambah karena masih banyak korban belum ditemukan dan diidentifikasi.

Angka ini melampaui bencana terbesar yang pernah terjadi yaitu tanah longsor di Caraguatatuba, Negara Bagian Sao Paulo yang menewaskan 430 orang tahun 1967 lalu.

Presiden Brasil Dilma Rouseff mengatakan pembangunan ilegal di lereng-lereng gunung merupakan penyebab bencana tragis ini.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s